Kamis, 06 Januari 2011

Bimbingan Konseling di Taman kanak-kanak

BIMBINGAN KONSELING DI TAMAN KANAK-KANAK
A.       Pengertian Bimbingan dan Konseling pada Anak Usia Dini
                 Shertzer dan Stone (1971: 40), mengartikan bimbingan sebagai “a process of helping an individual to understand himself and his world ” artinya proses pemberian bantuan kepada individu agar mampu memahami diri dan lingkungannya. Selanjutnya, Sunaryo (1998:3) mengartikan bimbingan sebagai “proses membantu individu untuk mencapai perkembangan optimai”. Selanjutnya, Natawidjaja (1987: 37), mengartikan bimbingan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, agar individu tersebut dapat memahami dirinya sehingga dia dapat sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat dan kehidupan pada umumnya.
                 Menurut Crow and Crow (M. Surya, 1988:45) bimbingan diartikan sebagai bantuan yang diberikan seseorang baik pria maupun wanita yang memiliki pribadi yang baik dan pendidikan yang memadai kepada seorang individu dari setiap usia untuk menolongnya, mengembangkan kegiatan-kegiatan hidupnya sendiri, membuat pilihan sendiri, dan memikul bebannya sendiri.
                 Secara khusus layanan bimbingan dan konseling pada anak usia dini dilakukan untuk membantu mereka untuk dapat:
1.   Lebih mengenal dirinya, kemampuannya, sifatnya, kebiasaannya, dan kesenangannya,
2.   Mengembangkan potensi yang dimilikinya,
3.   Mengatasi kesulitan yang dihadapinya,
4.   Menyiapkan perkembangan mental dan social untuk masuk kelembaga pendidikan selanjutnya.
     Ditinjau dari sudut orang tua kegiatan bimbingan dan konseling pada anak usia dini dilakukan untuk:
1.   Membantu orang tua agar mengerti, memahami dan menerima anak sebagai individu,
2.   Membantu orang tua dalam mengatasi gangguan emosi pada anak yang ada hubungannya dengan situasi keluarga dirumah,
3.   Membantu orang tua mengambil keputusan dalam memilih sekolah bagi anaknya sesuai dengan taraf kemampuan kecerdasan, fisik dan indranya.
4.   Memberikan informasi kepada orang tua untuk memecahkan masalah kesehatan anak.

B.        Prinsif-prinsif Bimbingan dan Konseling untuk Anak Usia Dini
1.   Bimbingan merupakan bagian penting dari proses pendidikan
2.   Bimbingan diberikan kepada semua anak dan bukan hanya untuk anak yang menghadapi masalah
3.   Bimbingan merupakan proses yang menyatu dalam semua kegiatan pendidikan
4.   Bimbingan harus berpusat pada anak yang dibimbing
5.   Kegiatan bimbingan ,mencakup seluruh kemampuan perkembangan anak yang meliputi kemampuan fisik-motorik, kecerdasan, social maupun emosional
6.   Bimbingan harus dimulai dengan mengenal (mengidentifikasi) kebutuhan-kebutuhan yang dirasakan anak
7.   Bimbingan harus fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan anak
8.   Dalam menyampaikan pemasalahan anak kepada orang tua hendaknya menciptakan situasi aman dan menyenangkan, sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi yang wajar dan terhindar dari kesalahpahaman
9.   Dalam melaksanakan kegiatan bimbingan hendaknya orang tua diikutsertakan agar mereka dapat mengikuti perkembangan dan memberikan bantuan kepada anaknya dirumah
10.  Bimbingan dilakukan seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang dimiliki guru atau pendamping sebagai pelaksana bimbingan, bilamana masalah yang terjadi perlu ditindak lanjuti, maka guru pembimbing harus mengonsultasikan kepada kepala sekolah dan tenaga ahli
11.  Bimbingan harus diberikan secara  berkelanjutan

C.    Fungsi Bimbingan dan Konseling untuk Anak Usia Dini
1.      Fungsi pemahaman
           Fungsi pemahaman yaitu usaha bimbingan yang dilakukan guru atau pendamping untuk menghasilkan pemahaman yang menyeluruh tentang aspek-aspek sebagai berikut:
a. pemahaman diri anak didik terutama oleh orang tua dan guru,
b. hambatan atau masalah yang dihadapi anak,
c. lingkungan anak yang mencakup keluarga dan tempat belajar,
d. lingkungan yang lebih luas diluar rumah dan diluar tempat belajar,
e. cara-cara penyesuaian dan pengembangan diri.
2.      Fungsi pencegahan
           Fungsi pencegahan yaitu usaha bimbingan yang menghasilkan tercegahnya anak dari berbagai permasalahan yang dapat mengganggu, menghambat ataupun menimbulkan kesulitan dalam proses perkembangan.
3.      Fungsi perbaikan
           Fungsi perbaikan adalah usaha bimbingan yang menghasilkan terpecahnya berbagai permasalahan yang dialami oleh anak didik.
4.      Fungsi pemeliharaan dan pengembangan
           Yaitu usaha bimbingan yang menghasilkan terpeliharanya dan berkembangnya berbagai potensi dan kondisi positif anak didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.

D.    Ruang lingkup bimbingan untuk Anak Usia Dini
1.      Bimbingan Pribadi dan Sosial
            Bimbingan ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi sosial anak dalam mewujudkan pribadi yang mampu menyesuaikan diri dan b ersosialisasi dengan lingkungan secara baik. Bimbingan ini dapat membantu anak dalam memecahkan masalah-masalah pribadi sosial.
2.      Bimbingan Belajar
            Merupakan bimbingan yang diarahkan untuk membantu para anak dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah serta mencapai tujuan dan tugas pengembangan pendidikan melalui kegiatan bermain sambil belajar yang mencakup pengembangan kemampuan dasar dan pembentukan perilaku.
3.      Bimbingan karir
            Bimbingan yang membantu anak dalam perencanaan, pengembangan dan pemecahan masalah-masalah karir, seperti pemahaman terhadap jabatan dan tugas-tugas kerja, pemahaman kondisi dan kemampuan diri, pemahaman kondisi lingkungan, perencanaan dan pengembangan karir, penyesuaian pekerjaan, dan pemecahan masalah-masalah karir yang dihadapi secara sederhana.

E.     Ciri Bimbingan dan Konseling Untuk Anak Usia Dini
      Menurut Syaodih, E(2004) ada beberapa ciri bimbingan dan konseling bagi anak usia dini yang dapat dijadikan rujukan bagi guru atau pendamping, yaitu:
1.      Proses Bimbingan dan Konseling Harus Disesuaikan dengan Pola Pikir dan Pemahaman Anak
Pelaksanaan bimbingan dan konseling bagi anak usia dini relatif cukup sulit untuk dilaksanakan. Seseorang yang sudah terbiasa melakukan bimbingan terhadap siswa sekolah siswa menengah misalnya, belum tentu dapat melakukan bimbingan terhadap anak usia dini. Kondisi ini terjadi bukan disebabkan karna berbedanya langkah-langkah bimbingan, tetapi lebih disebabkan oleh perbedaan karakteristik anak yang dibimbing.
2.      Pelasanaan Bimbingan Terintegrasi Dengan Pembelajaran
Pelaksanaan bimbingan konseling dilaksanakan secara bersama-sama dengan pelakasanaan pembelajaran, artinya guru atau pendamping pada saat akan merencanakan kegiatan pembelajaran harus juga memikirkan bagaimana perencanaan bimbingannya. Dengan kata lain, pada saat guru memikirkan program pembelajaran juga harus memikirkan tentang program bimbingannya.
3.      Waktu pelaksanaan bimbingan sangat terbatas
Interaksi guru atau pendamping dengan anak relatif tidak lama, rata-rata pertemuan dalam sehari hanya 2,5-3 jam. Keterbatasaan waktu ini mengharuskan guru untuk meramu kegiatan secara efektif baik yang terkait dengan pengembangan dalam kegiatan pembelajaran secara rutin maupun melaksanakan bimbingan bagi anak.
4.      Pelaksanaan bimbingan dilaksanakan dalam nuansa bermain
Pelaksanaan bimbingan dan konseling bagi anak usia dini dilaksanakan dalam nuansa bermain karena prinsip ini merupakan esensi aktivitas anak usia dini. Prinsip ini mengikuti dunia anak yang senantiasa sarat dengan dunia bermain. Bermain merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dunia anak dan bahkan dapat dikatakan tiada hari tanpa bermain. Bermain  bagi anak merupakan suatu aktivitas tersendiri yang sangat menyenangkan yang mungkin tidak bisa dirasakan atau dibayangkan oleh orang dewasa.
5.      Adanya keterlibatan teman sebaya
Kebutuhan anak akan teman sebaya menjadikan pelaksanaan bimbingan konseling bagi anak usia dini perlu dilakukan dengan melibatkan teman sebaya. Walaupun pelaksanaan bimbingan dan konseling dilakukan dalam nuansa bermain yang menyenangkan, tetapi keterlibatan teman sebaya atau seusia anak perlu menjadi perhatian. Keterlibatan teman sebaya perlu dipertimbangkan guru dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling karena melalui teman sebaya upaya mengatasi masalah khuisusnya masalah sosial emosi dapat dipandang sebagai cara yang tepat untuk mengatasi masalah yang dialami anak.
6.      Adanya keterlibatan orang tua
Orang tua merupakan pihak yang tidak dapat dipisahkan dari proses bimbingan konseling karena orang tua merupakan orang yang paling dekat dengan anak. Ketika anak sedang belajar di PAUD, guru atau pendamping berperan sebagai penganti orang tua. Mengingat permasalahan yang dihadapi anak maka peran orang tua dalam membantu tumbuh kembang anak merupakan suatu hal yang sangat penting.

F.     Ruang Lingkup Layanan Bimbingan
Bimbingan bagi anak usia dini terdiri atas 5 bentuk layanan, yaitu :
1.      Layanan pengumpulan data
           Layanan pengumpulan data dimaksudkan untuk menjaring informasi-informasi yang diperlukan guru atau pendamping anak usia dini dalam memahami karakteristik, kemampuan dan permasalahan yang mungkin dialami anak. Data ini penting karena untuk memberikan bantuan terhadap anak.
2.      Layanan informasi
           Layanan informasi dimaksudkan untuk memberikan wawasan dan pemahaman baik untuk anak maupun bagi orang tua. Untuk anak usia dini yang relatif masih usia muda, masih sangat sedikit informasi atau pengetahuan yang diketahui dan dipahami anak. Sebaliknya bagi orang tua melalui layanan informasi ini diharapkan dapat menambah wawasan khususnya yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak.
3.      Layana Konseling
           Layanan konseling dimaksudkan untuk memberikan bantuan bagi anak yang diduga mengalami masalah tertentu, baik yang menyangkut masalah pribadi, sosial ataupun masalah lainnya. Proses konseling pada anak usia dini berbeda dengan konseling yang dilakukan pada remaja atau orang dewasa. Layanan konseling dilakukan dengan mengikuti beberapa langkah seperti yang diungkapkan dalam uraian terdahulu yaitu melakukan :
a.       Identifikasi masalah
b.      Diagnosis
c.       Prognosis
d.      Treatment, dan
e.       Evaluasi tindak lanjut
4.      Layanan penempatan
           Layanan penempatan, yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan anak memperoleh penempatan yang tepat sesuai dengan kondisi dan potensinya. Melalui layanan ini anak dapat berada pada posisi dan pilihan yang tepat.
5.      Layanan evaluasi dan tindak lanjut
           Layanan evaluasi  dan tindak lanjut merupakan layanan untuk mengetahui tingkat keberhasilan penanganan yang telah dilakukan guru atau pendamping. Ukuran keberhasialan suatu layanan bimbingan dan konseling dapat diliahat dari seberapa jauh perubahan prilaku yang terjadi pada anak.

1 komentar: